Saturday, October 1, 2011

Game, Mendidik atau Menjerumuskan?

       Sebuah game tersetruktur sebagai alat untuk bermain yang biasanya dilakukan untuk kesenangan. Game berbeda dengan pekerjaan, yang lebih menunjukkan expresi dari estetika dan ideologis. Namun, perbedaan ini tidak jelas, dan banyak permainan yang juga dianggap bekerja (seperti permainan profesional seperti olahraga ) atau seni (seperti puzzle atau permainan yang melibatkan layout artistik seperti mahjong , solitaire , atau beberapa video game lainnya ).

       Bermain game dapat menimbulkan berbagai hal baru. Contoh : seorang anak yang bermain game untuk pertama kali pasti akan takjub dan merasa penasaran agar bisa memainkannya terus-menerus. seorang anak yang merasa demikian akan berusaha melakukan apa saja agar ia dapat bermain game lagi, seperti: membolos, berbohong, dan lain lain.

      Tujuan utama dibuatnya suatu permainan adalah untuk hiburan semata, bukan untuk kewajiban memainkannya lagi dan lagi. Apa lagi banyak sekali bermunculan game game yang bertemakan action dimana terdapat beberapa unsur kekerasan yang mungkin dapat ditiru / diperagakan oleh pemain. Tetapi dibalik adanya game game yang berbahaya, terdapat game yang dapat mengasah otak seperti yang saya sebutkan di awal tulisan.
     
       Menurut anda, game itu baik untuk diperkenalkan sebagai alat permainan yang baik ataukah buruk? semua hanya anda yang dapat menentukan karena ini adalah relatifitas : ) . karena
bermain game memiliki sisi baik untuk koordinasi antara mata dan otak manusia. Tetapi bukan berarti seseorang harus terobsesi atau kecanduan dengan game.

Referensi :
- http://en.wikipedia.org/wiki/Game
- http://4.bp.blogspot.com/-xSogDDQ4Dyw/Tbi-ZvQtL9I/AAAAAAAAAAM/-btW2HltQrw/s1600/kids-playing-video-games.jpg 

- http://obengware.com/news/index.php?id=6578
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India